Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

GRIYA RISET INDONESIA TUTUP KELAS AKADEMI LEVEL I DENGAN BERBAGI TIPS MENULIS ARTIKEL

Minggu, 31 Oktober 2021 | Oktober 31, 2021 WIB Last Updated 2021-10-30T21:06:49Z

 

Dokumentasi Zoom Meeting Kegiatan Kelas Akademi Grya Riset Indonesia

Rumahkabar.com – Kelas akademi riset dan penulisan level I Griya Riset Indonesia telah memasuki sesi IV atau sesi terakhir pada Sabtu, (30/10). Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh para peserta ini membahas materi artikel.


Kegiatan dipandu oleh salah satu aktivis Griya Riset Indonesia Laila Fajrin Rouf dan menghadirkan trainer yang berpengalaman dan berkompeten di bidang penulisan artikel, Wildan Hefni selaku Mentor Griya Peradaban. 


Direktur Griya Riset Indonesia, Amrizarois Ismail turut hadir dan memberi sambutan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas antusias dan konsistensi para peserta yang telah mengikuti kelas akademi riset dan penulisan hingga akhir sesi. Ia berharap setelah kelas level I selesai, para peserta mampu menerapkan ilmu yang telah didapat untuk menghasilkan sebuah karya tulisan. 


“terima kasih atas antusias dan konsistensi peserta yang telah mengikuti kelas akademi riset dan penulisan hingga akhir. Semoga ilmu yang telah didapat mampu menghasilkan sebuah karya tulisan yang berkualitas”. Ucap Amrizarois Ismail pada rumahkabar.com.


Wildan Hefni dalam penyampaian materi mengatakan bahwa tradisi riset dan menulis bisa mengokohkan bangsa. Ia menambahkan penjelasannya mengenai pentingnya literasi dengan memberikan pelajaran yang bisa diambil dari buku yang ditulis oleh Tom Nichols, The Death of Expertise. Dua hal tersebut ialah matinya para pakar, yaitu orang-orang yang memanfaatkan ilmu pengetahuan yang sehari-hari menekuni kapasitasnya sebagai scientist sebab munculnya teknologi yang masih masif yang dapat memporak porandakan masa depan.


“Nah dalam konteks Indonesia, The Death of Expertise ini kita butuhkan. Jangan sampai literasi yang ada di media online Indonesia berisi tulisan yang diskriminasi. Maka kemudian, saya ingin mengilustrasikan bahwa tulisan artikel ilmiah itu menjadi penting untuk mewarnai jagat literasi Indonesia agar tidak terjadi apa yang digambarkan oleh Tom Nichols, maka kalian yang bergabung di Griya Riset Indonesia (GRI) melalui karya ilmiah mampu menegaskan narasi keindonesiaan yang utuh”. Terang Wildan Hefni.


Penulis: Afifatun Ni’mah

Editor : Nuddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar Anda

×
Berita Terbaru Update