-->

Redaksi RumahKabar

Redaksi RumahKabar.com

Dewan Penasehat : Dr. Aris Setyawan,SH.,MH | Aisyah Dinda Karina, SH, MH | Evi,SE.,MM
Pengarah: Muhammad Saiful Amin, S.Kom
Pimpinan Redaksi: Muhammad Zainuddin,SH.,MH
Wakil Pimpinan Redaksi: Hargo Kendar Suhud, S.Kom.,M.Kom
Manajer Legal dan Hubungan Masyarakat: Muhammad Khusnul Mubarok,SH
Manajer Marketing dan Graphic Designer: Dian Rosita,S.Kom.,SH.,MH
Reporter: Nurul Nisah | Ns. Fhandy Aldy Mandaty, M.Kep | Abdullah Nasir
Editor: Sai | MZ | Zai

Iklan

PEMAHAMAN PINJAMAN ONLINE, DOSEN USM BERIKAN SOSIALISASI TERKAIT DIGITAL FINTECH PEER TO PEER LEADING (P2PL)

Be the best
Kamis, 23 Juni 2022, Juni 23, 2022 WIB Last Updated 2022-06-23T09:38:34Z
Dokumentasi Sosialisasi DIGITAL FINTECH PEER TO PEER LEADING (P2PL)


RumahKabar.Com – Dosen Universitas Semarang (USM) berikan Sosialisasi terkait Digital Fintech Peer To Peer Leading kepada pelaku UMKM di Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang.


Pemberian sosialisasi ini merupakan bentuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Evi, S.E., M.M bersama tim dosen Pascasarjana USM baru-baru ini.


Selain disambut antusias peserta karena kebanyakan pelaku UMKM belum memahami pinjaman online yang masuk dalam Peer To Peer Leading (P2PL). Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Lurah Sendangmulyo, dalam sambutanya mengharapkan agar dengan adanya sosialisasi tentang pinjaman online digital fintech peer to peer leading ini dapat membantu UMKM di Kelurahan Sendangmulyo dalam hal pembiayaan untuk peningkatan usaha.


Dalam kesempatan ini, Evi menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan tambahan ilmu tentang digital fintech peer to peer leading agar pemahaman pelaku UMKM terkait pinjaman online bisa semakin meningkat, karena maraknya pinjaman online bodong.


Sosialisasi ini memberikan materi tentang bagaimana cara pemanfaatan dan penggunaan pinjaman online. Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat mencegah perilaku yang tidak diinginkan dan tidak produktif seperti pinjaman berlebihan, kredit tidak produktif, dan menghindari pemilihan platform fintech ilegal. (ev)

Komentar

Tampilkan

Terkini

sport

+